Kalo jaman dulu, jamannya Majapahit, King Arthur, atawa Lord of The Ring (alah teu nyambung), ada istilah "Don't kill the messenger", alias jangan membunuh sang pembawa pesan. The messenger hanyalah seorang pembawa pesan yang bertujuan untuk memberikan pesan perang, perdamaian, perjanjian, atau apa pun lah. Jaman dulu kan belum ada yang namanya Email, HP, Skype, YM, Meebo, Ebuddy dan sebangsanya (apalagi blackberry... hallah), jadi kalo ada pesan apa pun disampaikan melalui seorang pembawa pesan. Dan sudah menjadi etika perang bahwa seorang pembawa pesan tidak boleh dibunuh, for the sake of the war (do'oh..how else were they going to comunicate, right?).
So, here's the prolog. Akibat di-'gantungin' ama kerjaan Tugas Akhir (TA) a.k.a Teu Anggeus2 karena hasil testing yang tidak memuaskan, dan setelah mencoba berbagai cara lain yang akhirnya tidak mendatangkan hasil, tidur lebih awal merupakan satu-satunya jalan keluar dari padatnya lalu lintas pikiran yang saat itu sudah terlalu macet oleh banyaknya variabel, konstanta, dan fungsi matematis yang tingkat kerumitannya hanya bisa ditandingi oleh ruwetnya jalan raya kalau lagi pergi dari Dago ke PVJ lewat Cihampelas waktu malem minggu (naik angkot lagi... kebayang kan ruwetnya, belum lagi kalo ujan... mending ngejomblo deh di rumah :P). Karena terlalu pulas, banyak sms dan telpon masuk yang nggak diterima, inbox sms pun akhirnya penuh. Jam 02.00 dini hari tadi barulah aku sadar dari mimpi indah dapet gratis makan banana split (mupeng), dan dalam sekejap sebuah ilham muncul di benak untuk dapat menyelesaikan masalah TA ku. Tak dinyana, ilham itu membawa hasil, masalah TA ku mendapat penyelesaian. Oh terima kasih Raja Banana Split \(^o^)/. Akurasi testing risetku naik 3% yang asalnya turun 3%.
The point of the prolog is: I was in a good mood today :)
Next, setelah itu barulah kusadar bahwa banyak sms dan telpon masuk ke hp huawei jadul-ku itu. Kucek satu-satu, dan kuhapus beberapa sms yang sudah kadaluarsa. Dan diantara sms yang masuk tersempil sebuah sms dari si X. Sebut sajalah X demi menjaga privasi dan kemashlahatan bersama.
Identitas X:
X adalah mantanku yang pernah main hati sama orang lain dan kita putus sampai aku sakit hati, waktu kemaren dia minta balik aku tolak walau hati ini berat (coz I'm a confident, attractive, good-looking, intelligent, interesting, healthy, young guy (the ussual chant), and people will be lucky to have me, to those who don't, better luck next time!).
X tidak pernah konsisten.
X selalu salah kirim sms (tidak diketahui faktor penyebabnya; Usia, makanan, radiasi, atau keturunan... who knows!? Bayangin aja... dari mulai kenalan ama orang lain, kepergok main hati, ampe waktu minta maaf ke orang itu, semuanya salah sms, malah kekirim ke HP ku, kasiankan HP ku, dah jadul masih jadi korban lagi).
Lanjut cerita. Dilihat dari isi sms si X, jelas itu bukan sms untuk aku karena mengandung bahasa jawa, aku orang sunda. So, sepertinya ada faktor maha dahsyat yang melebihi kuasa yang maha dewa yang membuat X menjadi juara salah kirim sms seantero jagad raya (udah putus masih salah sms... hallah, gak jelas nih orang).
Biasanya, aku langsung ngasih tau kalo dia salah sms. But, coz I don't want to communicate with X, I didn't. Kubaca sms nya, dan kubiarkan otak ini berpikir kira-kira sms ini untuk siapa. Kalo diibaratkan otak ini sebuah mesin pemrosesan klasifikasi teks, aku pake classifier SVM (mabok TA nih!!) yang cenderung menghasilkan akurasi tinggi. Dan menurut hasil prediksi, dilihat dari kemunculan kata-kata menggunakan metode bag-of-words (makin mabook!), peluang kemunculan kata-kata berbahasa jawa yang tinggi dalam sebuah sms dari X mengindikasikan bahwa sms ini sebenarnya untuk seorang bernama A (lagi, untuk menjaga privasi dan kemashlahatan bersama). X juga sering kirim sms ke A yang taunya salah kirim ke aku, walau isinya biasa aja.
(Waahh... kayaknya bisa dibikin TA nih. Judulnya: Analisis dan Implementasi Classifier SVM untuk Memprediksi Salah Kirim SMS Dari X yang Malah Nyampenya Ke GW).
Perlu diingat, ini hanyalah prediksi, benar atau salah... salahin aja yg buat SVM.
Identitas A:
A adalah teman X.
A pernah aku curigain, wajarlah namanya juga pernah diboongin X. Tapi setelah itu biasa aja, nggak kayak B, C, atau D yang pernah aku konfrontasi langsung karena emang ada bukti. Tapi dengan A aku jaga diri, nggak pernah aku bicara kasar depan dia.
A juga dari jawa, dan mengerti bahasa jawa.
A dan X berkomunikasi dalam bahasa Jawa.
Setelah putus, X masih salah kirim sms (berbahasa jawa), paling banyak untuk A. Reaksiku biasa aja, soalnya emang sms untuk A biasa aja, dan aku dah putus dengan X.
So here goes the main story:
Karena menurut prediksi sms itu harusnya buat A, aku kirimlah langsung sms itu ke A daripada aku harus balikin lagi ke X. Sms nya begini:
&%#^B#(YR#Y
(#Y(*#&YD(NY
)#U(F*$MF*YF
)#UF)(#MU)F#
E(*F#*YFNIEF
$F*U$FU*$F$
(Kayaknya X salah kirim sms, utk kamu)
// maaf sebagian text sudah di-enkripsi untuk menjaga privasi
// bagian selanjutnya adalah tambahan dariku, tidak kena sensor
Setelah beberapa lama, muncullah reply sms dari A, yang dengan tiba-tiba berkata:
"
Aku dan X gak ada apa2. Kita dah prinsip temenan aja dari awal. Kok kamu mikirnya gitu. Heran gw! Kok malah nuduh (red)" isi sms nya lupa, intinya begitu.
Lah... herankan aku. Niatnya hanya forward sms, dan sms ku pun tidak diikuti oleh kata-kata yang bernada menuduh. Dan aku balaslah sms nya untuk meredakan emosi. Menunjukkan bahwa niatku hanya menyampaikan pesan. Aku kan dan putus dengan X, buat apa nyari-nyari masalah dengan X... apalagi dengan orang-orang sekitar X. Disitu juga kan tulisannya '
Kayanya'
Terus A bales lagi:
"
Itu mah nuduh. Aku kira kamu smart n cerdas. Ternyata aku salah kira. Pikir lagi! Aku males diusikin masalah kamu dan X" Sepertinya dia semakin emosi.
Walah... ini orang, ribet juga dikasih penjelasan. Niatku kan baik. Masa ada yang salah kirim sms nggak disampein. Coba kalo isi sms nya gawat hayooo... beban moral nya kan ada di aku. Trus aku bilang aja. Aku bener gak nuduh apa-apa, maaf kalo ngeganggu.
Eh, A bales lagi:
"
Orang bodoh aja tau kalo itu nuduh... bla...bla..bla" heee... I haven't gone there yet :P... but it already made my day he he he. I'm not trying to say anything but based on my point of view... the inference and the deduction is feasible hehehe...
Sebernya A nanya, kok A yang jadi fokus aku dari salah sms itu. yaah... karena emang sms yang nyasar dari X akhir-akhir ini ya untuk A dan berbahasa jawa. Logis donk kalo aku pikir itu sms untuk A. I mean, it's simple logical inference, modus ponen.
p --> q
p
---------
q
if ((if p then q) is True) and (p is True) then (q must be True)
Anyway, kusudahi komunikasi singkat sms itu dengan permintaan maafku kalo ngeganggu dia. Too bad the debate monster inside of me was sealed today, I was in good mood, else it would be a trash debate with anonymous decision of 12 margin. Hear hear :)
Feeling guilty?? Nope... cause I didn't think I was. Kalo aku di posisi A reaksiku awalku, "oh, kayaknya itu juga bukan sms untuk aku, mungkin untuk yang lain"... beres kan. No hard feeling, I thank god I was still blessed with decency of being logic and sincere.
He he he... kuanggap ini berlalu saja. I was just a messenger and a messenger has no responsibility of the message he carries, that's why it is forbidden to kill the messenger.
Btw, I was having fun with my friend Nena (we're struggling being the the warior of TA), just letting ourself out of the stress the day before. We took a lot of pictures. Very funny ones. That's why I'm still in good mood, nothing can get in my mood today. Today is going to be the greatest day of all.

At Campus

'Ci Mei Lin & 'Ko Fan Fan

Wo An Suu & Lee Huan Yee

Banci Kamera!! :P

Uuugh!!

Aiihh... too pretty to be a bad guy! :P

Alamakjaaaannn... noraaak abiiiisss. Gaya-gaya NKOTB jaman dulu huehehehe

Jalan-jalan minggu lalu ke McD, sama narsisnya. (ngerjain TA nya kapan wooy!!)

Ini favorit gw hahahaha square face

uh.. uh... oh.. get away hehehe

I like this one, kalo di edit bisa jadi poster film :)